Total Tayangan Halaman

Sabtu, 19 Januari 2013

Akuntansi Biaya


Akuntansi Biaya Bahan
  1. Jelaskan mengapa entitas penting untuk merencanakan kuantitas bahan baku !
            Dalam akuntansi, entitas dapat dilihat dengan adanya akun untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan kepemilikan pribadi seperti “prive”. Konsep entitas ini merupakan sebuah konsep dasar yang digunakan di dalam akuntansi, sebuah catatan keuangan, baik itu laporan keuangan atau yang mempunyai berbagai fungsi, salah satunya adalah sebagai penyedia informasi, laporan keuangan yang tidak menerapkan konsep entitas maka informasi yang dihasilkan tidak bisa mencerminkan kondisi yang sesungguhnya karena akan banyak dijumpai transaksi pribadi atau transaksi-transaksi lainnya yang sesungguhnya tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi sehingga bisa berakibat pada hasil laporan keuangan itu sendiri menjadi bercampur dengan transaksi-transaksi pribadi.
Entitas dalam proses akuntansi dapat diklasifikasikan dalam entitas pelaporan & entitas akuntansi. Entitas pelaporan merupakan satu kesatuan unit usaha secara keseluruhan dari unit-unit yang ada dalam suatu organisasi atau badan usaha. Entitas pelaporan dalam akuntansi berkewajiban menyajikan seluruh jenis laporan yang mencerminkan kegiatan, posisi keuangan suatu perusahaan. Sedangkan entitas akuntansi merupakan unit bagian yang ada dalam entitas pelaporan. Entitas akuntansi berkewajiban melaporkan posisi & aktivitas keuangannya untuk diintegrasikan dengan entitas yang lain untuk menjadi laporan keuangan yang disajikan oleh entitas pelaporan. 
Hal yang sangat penting dalam konsep entitas dalam proses akuntansi adalah keterpisahan keuangan pemilik & keuangan perusahaan. Artinya, kekayaan yang dimiliki & dikuasai oleh individu pemilik perusahaan secara akuntansi harus terpisah dengan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Prinsip keterpisahan keuangan pemilik terhadap perusahaan merupakan konsep dasar bahwa akuntansi dapat dijalankan.
Dari penjelasan di atas maka entitas dapat memberikan informasi tentang jumlah kuantitas bahan baku sehingga dapat menentukan kapan akan melakukan order bahan baku sehingga proses produksi tidak terganggu.
  1. Salah satu teknik untuk merencanakan quantitas persediaan bahan adalah dengan EOQ, jelaskan teknik tersebut  (termasuk rumus yang digunakan)!
Economic order quantity adalah tingkat persediaan yang meminimalkan total biaya menyimpan persediaan dan biaya pemesanan. Persediaan diadakan untuk menghindari gangguan, waktu dan biaya kelengkapan yang konstan. Namun, untuk mengisi persediaan jarang  memerlukan penyelenggaraan persediaan sangat besar. Oleh karena itu jelas bahwa beberapa keseimbangan atau trade-off atau kompromi diperlukan dalam menentukan berapa banyak persediaan untuk menampung, dan  banyak  persediaan untuk memesan. Ada biaya menyimpan persediaan dan ada biaya pemesanan ulang persediaan dan kedua biaya harus seimbang. Tujuan dari model EOQ adalah untuk meminimalkan total biaya persediaan.
Variabel
- Q = kuantitas order
- Q * = urutan jumlah yang optimal
- D = kuantitas permintaan tahunan produk
- P = pembelian biaya per unit
- S = biaya tetap per pesanan (bukan per unit, di samping unit cost)
- H = biaya simpan tahunan per unit (juga dikenal sebagai biaya tercatat atau biaya
penyimpanan) (ruang gudang, pendinginan, asuransi, dll biasanya tidak berkaitan dengan unit cost)
Fungsi Biaya Total
Rumus EOQ single-item menemukan titik minimum dari fungsi biaya berikut:
1.      Total Biaya = pemesanan + ongkos biaya simpan
2.      Biaya Pembelian: Ini adalah biaya variabel barang: harga pembelian unit × kuantitas permintaan tahunan. Ini P ×D
3.      Pengaturan biaya: Ini adalah biaya menempatkan pesanan: Urutan masing-masing memiliki biaya S tetap, dan kita perlu memesan D / Q kali per tahun. Ini × S D / Q
4.      Biaya Holding: jumlah rata-rata di saham (antara penuh dan kosong diisi ulang) adalah Q / 2, sehingga biaya ini adalah H × T / 2
3.      Jelaskan istilah re-order point!
Reoder Point Selain menentukan EOQ, pengendalian persediaan juga menentukan kapan
dilakukan pesanan atau pembelian kembali bahan. Pembelian atau pemesanan
bahan jangan menunggu sampai persediaan habis, karena kalau itu terjadi
maka akan mengganggu kontinuitas produksi. Penentuan kapan melalukan
pesanan ini disebut dengan Reoder Point (RP), yaitu saat dimana perusahaan
atau manajer produksi harus melakukan kembalian pembelian bahan. Hal ini
diperlukan karena tidak selamanya pesanan bahan baku dapat segera dikirim
oleh pihak pemasok atau leveransir, sehingga diperlukan waktu beberapa
lama. Bila kebiasaan pesanan bahan baku datang dengan memakan waktu 7
hari misalnya, maka perusahaan harus memiliki persediaan yang cukup untuk
memenuhi kebutuhan selama 7 hari tersebut. Waktu 7 hari yang dibutuhkan
untuk menunggu pesanan bahan datang dikenal dengan istilah “lead time”.
4.      Akuntansi mengenal periodic system dan perpetual system, jelaskan perbedaannya disertai dengan jurnal yang diperlukan !
a.       Dalam Metode Perpetual, pada waktu membeli barang dibuat jurnal yang men-debet akun Persediaan Barang Dagangan dan meng-kredit akun Hutang atau Kas. Pada waktu menjual barang dibuat jurnal yang mendebet akun Harga Pokok Penjualan dan mengkredit akun Persediaan sehingga akun Persediaan akan menunjukkan harga pokok dari persediaan yang ada di gudang.
b.      Sistem Periodik, jika ada penjualan barang tidak dibuat jurnal untuk harga pokok dari barang yang dijual di bagian akuntansi. Pada akhir tahun, persediaan yang ada di gudang penyimpanan dihitung jumlah kuantitasnya dan ditentukan nilai/harga belinya. Untuk menentukan persediaan yang dipakai/dijual, persediaan yang pernah ada (persediaan awal ditambah pembelian selama satu periode) dikurangi dengan persediaan akhir periode. Kemudian dibuat dua ayat jurnal penyesuaian. Jurnal yang pertama mendebet akun Ikhtisar Laba Rugi dan mengkredit akun Persediaan sejumlah persediaan awal. Jurnal yang kedua didasarkan atas hasil inventarisasi fisik barang pada akhir tahun. Jurnalnya mendebet akun Persediaan Barang Dagangan dan mengkredit akun Ikhtisar Laba Rugi. Ayat jurnal ini dibuat sekaligus dalam satu periode.
Contoh jurnal;
Metode perpetual
1.Jurnal waktu pembelian:
            Persediaan brg dg                   xxx
                        Kas/Utang Dg                                     xxx
2. Bayar Ongkos angkut:
             Persediaan brg dg                  xxx
                        Kas/Utang Dg                                     xxx
3. Retur Pembelian:
            Kas/Utang Dg                         xxx
                        Persediaan brg dg                               xxx
4. Potongan Pembelian:
            Utang Usaha                           xxx
                        Persediaan brg dg                               xxx
                        Kas                                                      xxx
1.   Jurnal waktu penjualan:
            Kas/Piutang dg                       xxx
                        Penjualan                                             xxx
            HPP                                         xxx
                        Persediaan Brg dg                               xxx
2. Retur penjualan:
            Retur pejualan                         xxx
                        Kas/Piutang dg                                   xxx
            Persediaan Brg dg                   xxx
                        HPP                                                     xxx
3. Potongan penjualan:
            Kas                                          xxx
            Potongan penjualan                 xxx
                        Piutang dagang                                   xxx
Metode pereodik
Transaksi Penjualan:
a.Tunai:
            Kas/Cash                                 xxx                  -
                        Penjualan/Sales             -                     xxx
 b. Kredit:
            Piutang/Account Receivable   xxx                   -
                        Penjualan/Sales           -                      xxx
   c. Retur Penjualan
Retur Penjualan                       xxx
                        Piutang Usaha                                     xxx
  d. Potongan Penjualan:
            Kas                                          xxx
            Potongan Penjualan                xxx
                        Piutang Usaha                                     xxx
Transaksi Pembelian:
a.Tunai
                        Pembelian/Purchase                xxx
                                    Kas/Cash                                             xxx
b. Kredit
                        Pembelian/Purchase                xxx
                                    Utang Usaha/ Account Payable          xxx
c.    Retur Pembelian
                        Utang Usaha                           xxx
                                    Retur Pembelian/Purchase Return      xxx
d. Potongan Pembelian
                        Utang Usaha                           xxx
                                    Potongan Pembelian                                       xxx
                                    Kas                                                                  xxx
  1. Apa yang dimaksud dengan safety stock ? dan apakah masih diperlukan pada era sekarang?
Safety stock adalah jumlah persediaan yang harus dipertahankan untuk menjaga kelangsungan produksi. Safety stock biasanya ditetapkan sebesar prosentase tertentu dari penggunaan selama lead time.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya safety stock suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
Resiko kehabisan persedian, besar kecilnya resiko kehabisan persediaan tergantung pada:
a.       Kebiasaan para supplier menyerahkan barangnya apakah sesuai dengan skedul yang ditetapkan sebelumnya. Apabila supplier menyerahkan barangnya tepat pada waktunya maka tidak perlu mempunyai safety stock yang terlampau besar, atau sebaliknya jika supplier menyerahkan barangnya tidak tepat pada waktunya maka perlu adanya safety stock yang besar.
b.      Besar kecilnya bahan baku yang dibeli setiap saat.
c.       Dapat diduga atau tidaknya jumlah kebutuhan bahan baku yang dibutuhkan selama priode tertentu
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan safety stock tetap perlu ada karena meskipun jaman sekarang teknologi sudah canggih namun bila pengiriman barang tertunda karena cuaca buruk maka dapat menghambat proses produksi. Safety stock ini harus dengan metode FIFO sehingga kualitas barang tetap terjaga.
  1. PT Daya Manunggal mempunyai data per 31 Desember 2007 sebagai berikut:
Inventory of material awal (10.000 unit)                                                           Rp. 40.000.000
Pembelian material selama tahun 2007                                                             Rp. 250.000.000
Material yang tersedia selama 2007                           Rp. 290.000.000
Inventory of material akhir 2007 (10.000 unit)              Rp. 30.000.000
Cost of material used 2007                                         Rp. 260.000.000
Direct labour                                                                Rp. 150.000.000
FOH                                                                             Rp. 100.000.000
Biaya pabrik                                                                 Rp. 510.000.000 +
Inventory WIP awal                                                      Rp. 80.000.000
Rp. 590.000.000
Inventory WIP akhir                                                      Rp. 180.000.000 -
Cost of good manufacturing                                        Rp. 410.000.000
Inventory finished good awal                                        Rp. 200.000.000 -
Rp. 610.000.000
Inventory finished good akhir                                         Rp. 50.000.000 -
Cost of sold                                                                   Rp. 560.000.000
Data lain diketahui sebagai berikut:
1. Biaya setiap kali pemesanan material Rp. 1.250.000
2. Biaya simpan material 25% dari harga beli per unit
3. Harga material per unit Rp. 1.000
4. Lead time ditetapkan selama 2 minggu dan satu tahun 50 minggu.
Ditanyakan :
  1. Jika rencana kebutuhan bahan baku untuk tahun 2008 sama dengan tahun 2007 dan biaya pemesanan, biaya simpan serta harga per unit material sama dengan tahun 2007, hitunglah berapa EOQ untuk tahun 2008
  2. Jika safety stock sama besarnya dengan inventory awal tahun 2007 hitunglah ROP tahun 2008
Jawab
  1. Inventory awal material          =          10.000             unit     
Pembelian awal material         =          250.000           unit +
Material yang tersedia             =          260.000           unit
Inventory akhir material          =          10.000             unit      -
Kebutuhan material                 =          250.000           unit
EOQ = √ 2.o.s  ∕  c
= √2.500.000.000 = 50.000 unit
KET:           
O = Biaya Pemesanan
S = Permintaan Komponen
C = Biaya Penyimpanan 
  1. Kebutuhan selama leed time =5.000 x 2 = 10.000 unit
ROP = kebutuhan selama leed time + savety stock
ROP = 10.000 + 10.000 = 20.000 unit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar