Total Tayangan Halaman

Sabtu, 19 Januari 2013

Teori Akuntansi

STRUKTUR TEORI AKUNTANSI
Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, kerangka acuan yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan tehnik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut :
1.      Pernyataan tujuan laporan keuangan
2.      Pernyataan postulat dan konsep teoritis akuntansi yang terkait dengan asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi
3.      Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep teoritis
4.      Batang tubuh teknik-teknik akutansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi
HAKIKAT DARI DALIL, KONSEP TEORETIS, DAN PRINSI-PRINSIP AKUNTANSI
1.      Dalil Akuntansi ( accounting postulate )
Adalah pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan kesesuaiannya terhadap tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, dan hukum di mana akuntansi harus beroperasi.
2.      Konsep Teoretis ( theoretical concept )
Merupakan pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan kesesuaiannya terhadap tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan hakikat dari entitas akuntansi yang beroperasi dalam suatu perekonomian bebas yang ditandai oleh kepemilikan pribadi atas properti.


3.      Prinsip-Prinsip Akuntansi ( accounting principles )
Adalah aturan pengembalian keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan maupun konsep teoretis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.
4.      Teknik Akuntansi ( accounting technique)
adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi yang menerangkan transaksi-tramsaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.
Postulat Akuntansi
1.      Postulat entitas
Akuntansi mengukur hasil operasi dari suatu entitas yang terpisah dan berbeda dari pemilik entitas. Postulat entitas mengatakan bahwa setiap perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain.
2.      Postulat kelangsungan usaha.
Postulat kelangsungan usaha atau postulat kontinuitas menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperaasi untuk melaksanakan proyek, komitmen, dan aktivitas yg sedang berjalan
3.      Postulat unit pengukur
Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan untuk mencatat transaksi perusahaan dengan cara yang seragam. Pengukur umum yang dipilih dalam akuntansi adalah unit moneter
4.      Postulat periode akuntansi
Sebagai tanggapan terhadap kendala yang disebabkan lingkungan pemakai, postulat periode akuntansi menyatakan bahwa laporan keuangan yang menggambarkan perubahan dalamkesejahteraan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodik.
Konsep Teoritis Akuntansi
1.      Teori proprietary (teori kepemilikan)
Entitas sebagai agen, perwakilan atau susunan melalui wirausahawan, individual atau pengoperasi pemegang saham. Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatan akuntansi dan membuat laporan keuangan
2.      Teori entitas
Teori entitas memandang bahwa entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menyediakan modal pada entitas. Secara sederhana, unit bisnis, bukan pemilik, merupakan pusat kepentingan akuntansi. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggungjawab terhadap pemilik maupun kreditor.
3.      Teori dana
Dalam teori dana, dasar akuntansi bukan teori proprietary maupun teori entitas, tetapi kelompok aset dan kewajiban dan restriksi terkait, disebut dana, yang mengatur penggunaan aset.
Prinsip Akuntansi
1.      Prinsip Kos
Menurut prinsip kos, kos pemerolehan atau kos historis merupakan dasar penilaian yang memadai untuk mengakui pemerolehan semua barang dan jasa, expenses, kos, dan entitas.
2.      Prinsip Revenue
Prinsip revenue menspesifikasi
a.       Sifat komponen-kompnen revenue
Revenue diinterpretasikan sebagai
·         Aliran masuk aset bersih yang berasal dari penjualan barang atau jasa
·         Aliran keluar barang atau jasa dari perusahaan kepada pelanggan
·         Produk perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau jasa oleh perusahaan selama periode waktu tertentu
b.      Pengukuran Revenue
Kriteria sepsifik pengukuran revenue dan income adalah:
·         Diperoleh dalam satu atau beberapa pengertian
·         Dalam bentuk yang dapat didistribusikan
·         Hasil atas konversi yang timbul dari transaksi antara perusahaan dan pihak eksternal
·         Hasil dari penjualan yang sah atau proses serupa
·         Dipotong dari modal
·         Dalam bentuk aset lancer
·         Dampak kotor dan bersih pada ekuitas pemegang saham harus dapat diestimasi dengan tingkat reliabilitas tinggi
c.       Waktu pengakuan revenue
3.      Prinsip Penandingan
Prinsip penandingan menyatakan bahwa expenses harus diakui pada periode yang sama dengan revenue, dan expenses yang terkait kemudian diakui. Hubungan antara revenue dan expenses tergantung pada satu dari empat kriteria:
·         Penandingan langsung kos yang terpakai dengan revenue
·         Penandingan langsung kos yg telah terpakai dengan periodenya
·         Alokasi kos selama periode yang mendapatkan manfaat
·         Menjadikan expenses semua kos lain dalam periode terjadinya
4.      Prinsip Objektivitas
Kegunaan informasi keuangan tergantung pada tingkat reliabilitas prosedur pengukuran yang digunakan. Karena menjamin reliabilitas maksimum adalah sangat sulit, akuntan telah menggunakan prinsip objektivitas, bagaimanapun telah menjadi subjek interpretasi yang berbeda.
5.      Prinsip Konsistensi
Prinsip konsistensi menyatakan bahwa peristiwa ekonomi yang serupa seharunya dicatat dan dilaporkan secara konsisten dari periode ke periode
6.      Prinsip Pengungkapan Penuh
Pengungkapan penuh mensyaratkan bahwa laporan keuangan didesain dan dibuat untuk menggambarkan secara akurat peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi perusahaan untuk suatu peride dan memuat informasi yang memadai untuk membuat laporan berguna dan tidak menyesatkan bagi rata-rata investor
7.      Prinsip Konservatisme
Prinsip konservatisme merupakan prinsip pengecualian atau modifikasi dalam artian bahwa prinsip tersebut bertindak sebagai batasan untuk penyajian data akuntansi yang relevan dan reliabel.
8.      Prinsip Materialitas
Prinsip materialitas nerupakan prinsip pengecualian atau modifikasi. Prinsip ini menyatakan bahwa transaksi dan peristiwa yang tidak memiliki dampak ekonomi signifikan dapat diatasi dengan cara yang paling tepat, apakah transaksi tersebut sesuai dengan PABU atau tidak, dan tidak perlu diungkapkan
9.      Prinsip Keseragaman Dan Komparabel
Tujuan yang diinginkan adalah mencapai komparabilitas laporan keuangan dengan mengurangi keanekaragaman yang tercipta karena penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar